Habib Syarief, anggota Komisi X DPR RI, mengimbau pemerintah memperketat seleksi beasiswa LPDP setelah munculnya isu tentang mantan penerima bernama DS yang dianggap kurang nasionalis dan adanya dugaan pelanggaran oleh suaminya.
“Kami meminta agar pemerintah memperketat seleksi LPDP. Pernyataan yang disampaikan oleh alumni penerima LPDP yang viral itu menunjukkan bahwa masih ada yang belum sepenuhnya mematuhi aturan,”
kata Habib di Jakarta, Senin.
Menurut Habib, integritas dan komitmen penerima beasiswa sangat penting karena dana yang digunakan adalah uang negara. Setiap dana dari LPDP harus dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum.
Insiden ini, menurut Habib, adalah pengingat bagi pemerintah untuk fokus pada integritas dan komitmen calon penerima di samping kemampuan akademik. LPDP bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia secara menyeluruh.
Habib juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas SDM tidak hanya perlu berdampak pada individu yang bersangkutan, namun juga harus memberikan manfaat bagi bangsa. Dia meminta pemerintah melakukan pendataan ulang terhadap alumni untuk memastikan komitmen mereka tetap terjaga. Langkah tegas LPDP yang berencana melakukan klarifikasi dan pemberian sanksi jika ada pelanggaran didukung penuh oleh Habib.
“Penggunaan uang negara berarti penerima harus memastikan bahwa ilmu dan kompetensi yang diperoleh benar-benar diabdikan untuk kemajuan Indonesia. Jika ada yang tidak menjalankan komitmennya, maka harus ada penegakan aturan yang tegas,”
kata Habib.
—