PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menggelar Kick-off Program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) 2026 untuk meningkatkan kapasitas UMKM berbasis syariah. Program ini diluncurkan pada Rabu (6/5) dengan webinar berjudul Usaha Berkah dalam Bingkai Ekonomi Syariah, yang menghadirkan Praktisi Ekonomi Syariah, Siti Ma’rifah, untuk mendukung pengembangan UMKM syariah, terutama nasabah Mekaar.
Menteri Koperasi RI dan Ketua Harian PP MES, Ferry Juliantono, menyatakan apresiasinya terhadap peran PNM dalam melibatkan MES sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan UMKM berbasis syariah. “Kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi nyata dalam memperkuat pemberdayaan UMKM, khususnya bagi para ibu nasabah Mekaar,”
ujarnya. Ferry menekankan bahwa penguatan kapasitas dan pendampingan yang berkelanjutan adalah penting untuk memastikan UMKM dapat berkembang di tengah perubahan ekonomi.
Program Mba Maya sepanjang tahun 2025 telah menjangkau lebih dari 10 ribu peserta melalui 248 kegiatan di berbagai kabupaten/kota. MES juga berperan dalam pelatihan dan pendampingan UMKM halal di sejumlah daerah. “Dengan sinergi antara UMKM, koperasi syariah, dan dukungan pembiayaan, kami optimistis upaya ini dapat mendorong pertumbuhan sektor riil yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”
kata Ferry. Arief Mulyadi, Direktur Utama PT PNM, menyatakan bahwa kolaborasi dengan MES adalah bagian dari strategi untuk memperkuat ekosistem pemberdayaan berbasis syariah. “Sebanyak sekitar 73 persen pembiayaan PNM Mekaar berbasis syariah. Karena itu, kerja sama dengan MES menjadi sangat relevan dalam memperkuat pemberdayaan dan pendampingan nasabah,”
tuturnya. Hingga kini, sekitar 2.300 nasabah PNM telah mendapatkan sertifikat halal melalui kerjasama ini. Program Mba Maya 2026 direncanakan untuk menjangkau lebih banyak kabupaten/kota di Indonesia.
—