Indonesia, dengan Jakarta sebagai pusatnya, akan menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) pada tahun 2026. Konferensi ini menyoroti pentingnya ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa meski prinsip utama tetap yaitu Inclusively Creative, tema tahun ini adalah Collective Continuity yang menekankan keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif “Yang pertama dulu di Bali, yang kedua di Dubai, ketiga di Bali lagi, keempat di Uzbekistan, dan kali ini di Jakarta. Insya Allah akan diikuti sekitar 80 negara,”
.
WCCE berfungsi sebagai platform global untuk memperkenalkan konsep ekonomi kreatif yang inklusif, melampaui batas geografis, gender, dan strata ekonomi. Konferensi ini bertujuan untuk mengarusutamakan ekonomi kreatif di arena internasional “Yang pertama dulu di Bali, yang kedua di Dubai, ketiga di Bali lagi, keempat di Uzbekistan, dan kali ini di Jakarta. Insya Allah akan diikuti sekitar 80 negara,”
. Dengan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, WCCE diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi global.
Acara ini akan dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 80 negara yang berbagi tujuan untuk memajukan ekosistem ekonomi kreatif global. Disokong oleh UN Trade and Development (UNCTAD) dan WIPO, WCCE 2026 juga menjadi bagian dari agenda prioritas nasional RPJMN Presiden Prabowo dan rencana jangka panjang ekonomi kreatif Indonesia “Yang pertama dulu di Bali, yang kedua di Dubai, ketiga di Bali lagi, keempat di Uzbekistan, dan kali ini di Jakarta. Insya Allah akan diikuti sekitar 80 negara,”
.