COP30 di Belem menjadi ajang bagi China dan Brasil untuk memimpin inisiatif kerja sama Selatan-Selatan dalam menghadapi perubahan iklim. Kedua negara ini menggarisbawahi pentingnya solidaritas dan inovasi teknologi dalam transisi energi bersih.
“Kita berada di sini, di Belem, di muara Sungai Amazon,”
ujar Simon Stiell, yang mengibaratkan COP sebagai sungai besar yang memerlukan dukungan dari kerja sama internasional. Aliran kerja sama dari berbagai negara ini diharapkan dapat memperkuat tujuan iklim global.
Di awal KTT, Antonio Guterres mengajak pemimpin dunia untuk menggunakan Belem sebagai titik balik dalam upaya iklim “COP ini harus menjadi titik awal bagi satu dekade percepatan dan aksi nyata,”
. Ia menekankan pentingnya peta jalan yang jelas dan konkret untuk mengumpulkan dana bagi negara berkembang hingga 2035.